Tahapan Pembangunan Sistem E-business
1). Visi dan Prospek Membangun E-business
Visi dan prospek membangun e-business:
1.Adanya keinginan yang kuat dan
konsisten untuk membangun hubunganlangsung dengan
konsumen.
2.Pembangunan Jaringan
Komunitas
3.Perluasan pasar
4.Masuk era Persaingan Global
prospek e-business di Indonesia yaitu :
1.E-business Type
E-Business yang menggunakan media internet dan
web tentu memiliki tipe yang transaksi yang cepat
dan lebih akurat. Hal ini akan sangat mendukung kinerja perusahaan karena stakeholder perusahaan termasuk pelanggan,
distributor,supplier, mitra
bisnis, dan maupun masyarakat yang memanfaatkan media internet akan sangat terbantu karena dapat
melakukan transaksi dengan perusahaan dengan batas waktu yang diinginkan.
Perkembangan pemakaian alat-alat elektronik dan digital sebagai
medium komunikasi dan relasi bisnis jauh lebih cepat dibanding dengan cara transaksi
jual beli.
2.Community
Perkembangan penduduk saat ini sangat
pesat seiring dengan pesatnya perkembangan
teknologi informasi sehingga generasi sekarang lebih banyak yang telah memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang
disediakan melalui teknologi informasi seperti internet dan
web termasuk trendnya sudah banyak yang memanfaatkan e-business dan e-commerce melalui media internet. Kondisi ini
tentu menjadi peluang baik untuk tumbuh dan
berkembangnya e-business di Indonesia.
Sebagaimana kita ketahui bahwa lebih
mudah menciptakan kebutuhan (demand creation) kepada generasi muda dibanding
dengan mengubah pola hidup generasi tua.
3.Content
Secara hitungan bisnis sebenarnya
pihak perusahaanlah yang paling diuntungkan dalam sistem e-business karena dengan
diterapkannya e-business maka perusahaan akan dengan mudah
mempertahankan pelanggan lama dan mendapatkan pelanggan baru dengan waktu yang relatif singkat
dan biaya yang sangat efisien. Sedangkan end user memang
mendapatkan keuntungan juga tetapi lebih pada terbantunya dalam mengakses dan memenuhi kebutuhan
hidupnya, berbeda dengan keuntungan yang didapat dari
perusahaan adalah dalam bentuk laba usahanya
4.Technology Device
Perkembangan teknologi berbasis PC akan
bergeser ke teknologi digital ditambah microprosessor seperti PDA sehingga penerapan e-business ke depan akan sangat mudah dan
sangat terbantu oleh perangkat-perangkat lainnya.
5.Access Channels
E-Businessyang beroperasi menggunakan media
internet dan web tentunya sangat menguntungkan
perusahaan yang menerapkan e-business. Oleh karena, akan terbuka akses yang lebih luas untuk
tujuan-tujuan perusahaan. Berkembangnya teknologi informasi
semacam internet dan website menawarkan perusahaan yang berminat
mengimplementasikan kanal akses tersebut
2). Manajemen Teknologi E-bussiness
Pada dasarnya dalam proses pembangunan
dan pengembangan e-business diperlukan suatu manajamen sistem informasi yang
baik, efektif dan efisisen. Dalam proses pembangunan dan pengembangan
e-business , manajemen teknologi menjadi hal yang tidak kalah penting diantara
manajemen komponen system informasi yang lain. Teknologi informasi memiliki
kontribusi penting dalam menjalankan proses system informasi e-business.
Teknologi informasi ini dapat disebut sebagai supply atas demand of system
information
dalam
e-business.
Manajemen teknologi dalam proses
e-business ini pada umumnya dapat dikelompokkan dalam dua perspektif, yaitu:
Perspektif
Teknis
Dilihat
dari sisi teknis, manajemen teknologi informasi dalam e-business
dibagi
kedalam dua fungsi, yaitu fungsi penciptaan dan fungsi penyebaran.
• Fungsi Penciptaan
Dalam fungsi penciptaan, manajemen
teknologi itu dapat berpacu pada aspek-aspek berikut:
- Teknologi informasi harus mampu menjadi
medium atau sarana untuk mengubah fakta-fakta atau kejadian-kejadian
sehari-hari yang dijumpai dalam bisnis perusahaan ke dalam format data
kuantitatif. Ada dua cara umum yang biasa dipergunakan, yaitu secara manual dan
otomatis. Yang dimaksud dengan manual adalah dilibatkannya seorang user untuk
melakukan data entry terhadap fakta-fakta relevan di dalam aktivitas
sehari-hari yang dipandang perlu untuk direkam. Sementara yang dimaksud dengan
cara otomatis di sini adalah jika berbagai teknologi dipergunakan sebagai alat
untuk merekam fakta dan mengubahnya menjadi data tanpa harus melibatkan unsur
manusia sebagai data
entry
. - Teknologi harus mampu merubah data
mentah yang telah dikumpulkan tersebut menjadi informasi yang relevan bagi
setiap penggunanya (stakeholders), yaitu manajemen, staf, konsumen, mitra
bisnis, pemilik perusahaan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
- Teknologi mengolah informasi yang
diperoleh dengan berbagai konteks organisasi yang ada, menjadi sebuah knowledge
yang dapat diakses oleh semua pihak di dalam perusahaan.
– Merubah knowledge menjadi wisdom
merupakan tugas teknologi informasi yang terakhir dalam proses penciptaan.
• Fungsi Penyebaran
Dilihat dari fungsi manajemen tekonologi
e-business dapat meliputi kegiatan manajemen yang berhubungan dengan aspek penyebaran
sebagai berikut:
-Gathering.
Teknologi informasi dikelola (manage) untuk
mampu mengumpulkan entiti-entiti tersebut dan meletakkannya di dalam suatu
media penyimpan digital. Media penyimpan tersebut harus mampu untuk menangkap
berbagai karakteristik unik dari entiti-entiti terkait, yang biasa
direpresentasikan dalam berbagai bentuk format media (multi-media), seperti:
teks, suara (audio), citra (image), gambar bergerak (video), dan lain-lain.
-Organizing.
Untuk memudahkan pencarian terhadap
entiti-entiti di kemudian hari, teknologi informasi dimanage memiliki mekanisme
baku dalam mengorganisasikan penyimpanan entiti-entiti tersebut di dalam media
penyimpan. Konsep-konsep struktur data, database, dan sistem berkas merupakan
dasar-dasar ilmu yang kerap dipergunakan sehubungan dengan kebutuhan ini.
-Selecting.
Di saat berbagai pihak di dalam
perusahaan membutuhkan entity-entity
tersebut, teknologi informasi diciptakan untuk
menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencarian dan pemilihan.
-Synthesizing.
Teknologi
informasi diciptaakan mampu memenuhi kebutuhan manajer ini dalam menggabungkan
beberapa entiti menjadi satu paket kesatuan yang terintegrasi.
-Distributing.
Teknologi informasi dibuat dan
dikelola dengan memiliki infrastruktur yang dapat menyalurkan berbagai entiti
dari tempat disimpannya entitientiti tersebut ke pihak-pihak yang
membutuhkannya.
• Perspektif Manajerial
Dilihat dari sisi bisnis dan
manajerial, terutama dalam kaitannya dengan Manajemen
Supply Chain, ada 4 (empat) peranan yang diharapkan perusahaan dari implementasi efektif sebuah teknologi
informasi.
-Minimize Risks.
Setiap
bisnis memiliki resiko, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor keuangan.
Pada umumnya resiko berasal dari adanya ketidakpastian dalam berbagai hal dan
aspek-aspek eksternal lain yang berada di luar kontrol perusahaan.
-Reduce
Costs.
Teknologi informasi diharapkan dapat
berkotribusi dalam perbaikan efisiensi dan optimalisasi proses-proses bisnis di
perusahaan. Peranan teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai
usaha mengurangi biaya-biaya operasional perusahaan pada akhirnya akan
berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
- Create
New Realities.
Dengan
pesatnya perkembangan teknologi internet, telah mampu menciptakan suatu arena
bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya. Berbagai konsep e-business
semacam e-commerce, e-procurement, e-customers, e-loyalty, dan lain-lain pada
dasarnya meruapakan suatu cara memandang baru di dalam menanggapi mekanisme
bisnis di era globalisasi informasi.
3). Pemodelan Sistem E-Business
E-business dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang
dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi
komputer, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan
menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk
berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara
lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan
dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan
melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam penggunaan
sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang
(perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih
merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam
fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran
Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus
pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.
E-bisnis memberi
kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan
lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
Model E-business,
yaitu :
1. B2C (Business to
Consumers)
Interaksi yang
dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi. Business to
consumers atau business to costumer menggambarkan kegiatan bisnis melayani
konsumen dengan produk atau jasa. Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari
pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu
pembelian kulit, tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke
pengecer akan dianggap transaksi B2C.
Karakteristik B2C :
- Antara organisasi dengan perorangan
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil
- Transaksi tidak sering terjadi
- Relatif sederhana
2. B2B (Business to
Business)
Interaksi yang
dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar
organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti
antara manfaktur dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi
B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena
dalam rantai pasokan (Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup
bahan baku dan penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah
produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk
kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah saat
kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi (B2C)
tunggal.
Karakteristik B2B :
- Antar organisasi
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
- Lebih kompleks
3. B2G (Business to
Government)
Interaksi terjadi antara organisasi dengan pemerintah. B2G memiliki
karakteristik yang sama dengan B2B sehingga B2G dapat dikelompokkan kedalam
B2B. B2G adalah turunan dari B2B yang sering disebut sebagai public sector
marketing atau pemasaran sektor publik yang mencakup pemasaran produk dan jasa
untuk berbagai tingkat pemerintahan, negara bagian dan lokal melalui integrated
marketing communication atau komunikasi pemasaran terpadu seperti strategic
public relation, advertising, dan komunikasi berbasis web.
4. B2E (Business to
Education)
Interaksi yang terjadi antara organisasi dengan pendidikan. Sama halnya dengan
B2G, B2E juga memiliki karakteristik yang sama dengan B2B.4). Metode Daur Hidup SI E-business
Sebuah
sistem yang kompleks secara sistematis dan terintegrasi, dibutuhkan metode-metode
pembanguna sistem seperti daur hidup, prototype, dan spiral.
Dari
ketiga macam metode tersebut, metode daur hidup cocok untuk pembangunan sistem
e-business, karena memiliki beberapa karakteristik yaitu proses dilakukan selangkah
demi selangkah yang disertai dengan proses documentasi yang rapi. Metode daur hidup terdiri dari beberapa
tahapan proses,yaitu
tahap perencanaan, analisis, perancangan, penerapan, evaluasi, penggunaan, dan
pemeliharaan. Pada setiap tahapan dilakukan proses pendokumentasian atas segala
yang telah dilakukan atau disepakati.
5). Model Bisnis
Pada dasarnya, tidak semua
bisnis membuat business model-nya sendiri tanpa mengikuti model-model bisnis yang
sudah ada.
Nah, berikut ada beberapa macam yang
mungkin bisa kamu ikuti dalam membangun bisnis:
1. Franchise
Sebagian besar dari kamu mungkin
sudah tidak asing lagi dengan business model yang satu ini.
Model bisnis ini biasanya dikenal
dengan sebutan waralaba. Franchise kebanyakan digunakan
oleh bisnis restoran, tetapi tidak jarang juga digunakan oleh industri jasa.
Konsep dari model ini adalah ketika
ada seseorang ingin memulai bisnis, tidak perlu membuat bisnis sendiri dari
awal.
Cukup menggunakan model yang sudah
ada dari brand tertentu, kemudian membayar uang kompensasi
kerja sama.
Salah satu restoran terkenal yang
menggunakan model ini adalah McDonalds.
2. Marketplace
Di era digital sekarang, marketplace juga
menjadi salah satu model bisnis yang sangat terkenal.
Marketplace adalah business model yang mempertemukan antara
penjual dan pembeli secara online dan biasanya menggunakan
situs web ataupun aplikasi.
Model bisnis ini bisa mendapatkan
keuntungan dari berbagai sumber pemasukan, termasuk dari transaksi yang
dilakukan.
Saat ini ada beberapa marketplace yang
terkenal seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain.
3. Dropship
Jenis model ini juga
mengandalkan online dalam aktivitasnya. Ketika
menerapkan dropship, kamu
tidak perlu membuat toko offline.
Biasanya, orang yang menjalankan
jenis bisnis ini disebut sebagai dropshipper.
Nah, sebagai dropshipper,
kamu menjual barang kepada konsumen melalui toko online-mu, tetapi
produk tersebut datang dari pihak lain.
Dropship dinilai keuntungannya relatif kecil, karena pendapatannya dihitung
selisih modal untuk membeli produk dan harga yang diberikan kepada konsumen.
4. Subscription
Business model ini menerapkan bisnis di mana pelanggan akan dikenakan biaya
berlangganan untuk mendapatkan akses dari layanan tersebut.
Waktu langganannya pun
bermacam-macam, ada yang satu tahun, satu bulan, tiga bulan, dan lain-lain.
Nah, di era digital saat ini, sudah
banyak bisnis yang menerapkan model seperti ini. Contohnya, Netflix, Spotify,
YouTube, dan lain-lain.
5. Manufaktur
Dalam model bisnis ini, biasanya
perusahaan atau pabrik akan membuat sebuah dan menjualnya untuk mendapatkan
profit atau keuntungan.
Saat melakukan penjualan, manufaktur
akan langsung menjualnya kepada konsumen atau bahkan kepada pihak ketiga.
1.Adanya keinginan yang kuat dan konsisten untuk membangun hubunganlangsung dengan konsumen.
2.Pembangunan Jaringan Komunitas
3.Perluasan pasar
4.Masuk era Persaingan Global
prospek e-business di Indonesia yaitu :
1.E-business Type
E-Business yang menggunakan media internet dan web tentu memiliki tipe yang transaksi yang cepat dan lebih akurat. Hal ini akan sangat mendukung kinerja perusahaan karena stakeholder perusahaan termasuk pelanggan, distributor,supplier, mitra bisnis, dan maupun masyarakat yang memanfaatkan media internet akan sangat terbantu karena dapat melakukan transaksi dengan perusahaan dengan batas waktu yang diinginkan. Perkembangan pemakaian alat-alat elektronik dan digital sebagai medium komunikasi dan relasi bisnis jauh lebih cepat dibanding dengan cara transaksi jual beli.
2.Community
Perkembangan penduduk saat ini sangat pesat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi sehingga generasi sekarang lebih banyak yang telah memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan melalui teknologi informasi seperti internet dan web termasuk trendnya sudah banyak yang memanfaatkan e-business dan e-commerce melalui media internet. Kondisi ini tentu menjadi peluang baik untuk tumbuh dan berkembangnya e-business di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa lebih mudah menciptakan kebutuhan (demand creation) kepada generasi muda dibanding dengan mengubah pola hidup generasi tua.
3.Content
Secara hitungan bisnis sebenarnya pihak perusahaanlah yang paling diuntungkan dalam sistem e-business karena dengan diterapkannya e-business maka perusahaan akan dengan mudah mempertahankan pelanggan lama dan mendapatkan pelanggan baru dengan waktu yang relatif singkat dan biaya yang sangat efisien. Sedangkan end user memang mendapatkan keuntungan juga tetapi lebih pada terbantunya dalam mengakses dan memenuhi kebutuhan hidupnya, berbeda dengan keuntungan yang didapat dari perusahaan adalah dalam bentuk laba usahanya
4.Technology Device
Perkembangan teknologi berbasis PC akan bergeser ke teknologi digital ditambah microprosessor seperti PDA sehingga penerapan e-business ke depan akan sangat mudah dan sangat terbantu oleh perangkat-perangkat lainnya.
5.Access Channels
E-Businessyang beroperasi menggunakan media internet dan web tentunya sangat menguntungkan perusahaan yang menerapkan e-business. Oleh karena, akan terbuka akses yang lebih luas untuk tujuan-tujuan perusahaan. Berkembangnya teknologi informasi semacam internet dan website menawarkan perusahaan yang berminat mengimplementasikan kanal akses tersebut
dalam e-business.
Manajemen teknologi dalam proses e-business ini pada umumnya dapat dikelompokkan dalam dua perspektif, yaitu:
Perspektif Teknis
Dilihat dari sisi teknis, manajemen teknologi informasi dalam e-business
dibagi kedalam dua fungsi, yaitu fungsi penciptaan dan fungsi penyebaran.
Dalam fungsi penciptaan, manajemen teknologi itu dapat berpacu pada aspek-aspek berikut:
- Teknologi informasi harus mampu menjadi medium atau sarana untuk mengubah fakta-fakta atau kejadian-kejadian sehari-hari yang dijumpai dalam bisnis perusahaan ke dalam format data kuantitatif. Ada dua cara umum yang biasa dipergunakan, yaitu secara manual dan otomatis. Yang dimaksud dengan manual adalah dilibatkannya seorang user untuk melakukan data entry terhadap fakta-fakta relevan di dalam aktivitas sehari-hari yang dipandang perlu untuk direkam. Sementara yang dimaksud dengan cara otomatis di sini adalah jika berbagai teknologi dipergunakan sebagai alat untuk merekam fakta dan mengubahnya menjadi data tanpa harus melibatkan unsur manusia sebagai data
entry
. - Teknologi harus mampu merubah data mentah yang telah dikumpulkan tersebut menjadi informasi yang relevan bagi setiap penggunanya (stakeholders), yaitu manajemen, staf, konsumen, mitra bisnis, pemilik perusahaan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
- Teknologi mengolah informasi yang diperoleh dengan berbagai konteks organisasi yang ada, menjadi sebuah knowledge yang dapat diakses oleh semua pihak di dalam perusahaan.
– Merubah knowledge menjadi wisdom merupakan tugas teknologi informasi yang terakhir dalam proses penciptaan.
Dilihat dari fungsi manajemen tekonologi e-business dapat meliputi kegiatan manajemen yang berhubungan dengan aspek penyebaran sebagai berikut:
-Gathering.
Teknologi informasi dikelola (manage) untuk mampu mengumpulkan entiti-entiti tersebut dan meletakkannya di dalam suatu media penyimpan digital. Media penyimpan tersebut harus mampu untuk menangkap berbagai karakteristik unik dari entiti-entiti terkait, yang biasa direpresentasikan dalam berbagai bentuk format media (multi-media), seperti: teks, suara (audio), citra (image), gambar bergerak (video), dan lain-lain.
Untuk memudahkan pencarian terhadap entiti-entiti di kemudian hari, teknologi informasi dimanage memiliki mekanisme baku dalam mengorganisasikan penyimpanan entiti-entiti tersebut di dalam media penyimpan. Konsep-konsep struktur data, database, dan sistem berkas merupakan dasar-dasar ilmu yang kerap dipergunakan sehubungan dengan kebutuhan ini.
Di saat berbagai pihak di dalam perusahaan membutuhkan entity-entity
tersebut, teknologi informasi diciptakan untuk menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencarian dan pemilihan.
Teknologi informasi diciptaakan mampu memenuhi kebutuhan manajer ini dalam menggabungkan beberapa entiti menjadi satu paket kesatuan yang terintegrasi.
Teknologi informasi dibuat dan dikelola dengan memiliki infrastruktur yang dapat menyalurkan berbagai entiti dari tempat disimpannya entitientiti tersebut ke pihak-pihak yang membutuhkannya.
Dilihat dari sisi bisnis dan manajerial, terutama dalam kaitannya dengan Manajemen Supply Chain, ada 4 (empat) peranan yang diharapkan perusahaan dari implementasi efektif sebuah teknologi informasi.
Setiap bisnis memiliki resiko, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor keuangan. Pada umumnya resiko berasal dari adanya ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada di luar kontrol perusahaan.
Teknologi informasi diharapkan dapat berkotribusi dalam perbaikan efisiensi dan optimalisasi proses-proses bisnis di perusahaan. Peranan teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha mengurangi biaya-biaya operasional perusahaan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi internet, telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya. Berbagai konsep e-business semacam e-commerce, e-procurement, e-customers, e-loyalty, dan lain-lain pada dasarnya meruapakan suatu cara memandang baru di dalam menanggapi mekanisme bisnis di era globalisasi informasi.
E-business dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang
dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi
komputer, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan
menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk
berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara
lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan
dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan
melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam penggunaan
sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang
(perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih
merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam
fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran
Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus
pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.
E-bisnis memberi
kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan
lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
1. B2C (Business to
Consumers)
Interaksi yang
dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi. Business to
consumers atau business to costumer menggambarkan kegiatan bisnis melayani
konsumen dengan produk atau jasa. Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari
pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu
pembelian kulit, tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke
pengecer akan dianggap transaksi B2C.
- Antara organisasi dengan perorangan
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil
- Transaksi tidak sering terjadi
- Relatif sederhana
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara manfaktur dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena dalam rantai pasokan (Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup bahan baku dan penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah saat kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi (B2C) tunggal.
Karakteristik B2B :
- Antar organisasi
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
- Lebih kompleks
Interaksi terjadi antara organisasi dengan pemerintah. B2G memiliki karakteristik yang sama dengan B2B sehingga B2G dapat dikelompokkan kedalam B2B. B2G adalah turunan dari B2B yang sering disebut sebagai public sector marketing atau pemasaran sektor publik yang mencakup pemasaran produk dan jasa untuk berbagai tingkat pemerintahan, negara bagian dan lokal melalui integrated marketing communication atau komunikasi pemasaran terpadu seperti strategic public relation, advertising, dan komunikasi berbasis web.
4. B2E (Business to
Education)
Sebuah sistem yang kompleks secara sistematis dan terintegrasi, dibutuhkan metode-metode pembanguna sistem seperti daur hidup, prototype, dan spiral.
Dari ketiga macam metode tersebut, metode daur hidup cocok untuk pembangunan sistem e-business, karena memiliki beberapa karakteristik yaitu proses dilakukan selangkah demi selangkah yang disertai dengan proses documentasi yang rapi.
1. Franchise
Sebagian besar dari kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan business model yang satu ini.
Model bisnis ini biasanya dikenal dengan sebutan waralaba. Franchise kebanyakan digunakan oleh bisnis restoran, tetapi tidak jarang juga digunakan oleh industri jasa.
Konsep dari model ini adalah ketika ada seseorang ingin memulai bisnis, tidak perlu membuat bisnis sendiri dari awal.
Cukup menggunakan model yang sudah ada dari brand tertentu, kemudian membayar uang kompensasi kerja sama.
Salah satu restoran terkenal yang menggunakan model ini adalah McDonalds.
2. Marketplace
Di era digital sekarang, marketplace juga menjadi salah satu model bisnis yang sangat terkenal.
Marketplace adalah business model yang mempertemukan antara penjual dan pembeli secara online dan biasanya menggunakan situs web ataupun aplikasi.
Saat ini ada beberapa marketplace yang terkenal seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain.
3. Dropship
Jenis model ini juga mengandalkan online dalam aktivitasnya. Ketika menerapkan dropship, kamu tidak perlu membuat toko offline.
Biasanya, orang yang menjalankan jenis bisnis ini disebut sebagai dropshipper.
Nah, sebagai dropshipper, kamu menjual barang kepada konsumen melalui toko online-mu, tetapi produk tersebut datang dari pihak lain.
Dropship dinilai keuntungannya relatif kecil, karena pendapatannya dihitung selisih modal untuk membeli produk dan harga yang diberikan kepada konsumen.
4. Subscription
Business model ini menerapkan bisnis di mana pelanggan akan dikenakan biaya berlangganan untuk mendapatkan akses dari layanan tersebut.
Nah, di era digital saat ini, sudah banyak bisnis yang menerapkan model seperti ini. Contohnya, Netflix, Spotify, YouTube, dan lain-lain.
5. Manufaktur
Dalam model bisnis ini, biasanya perusahaan atau pabrik akan membuat sebuah dan menjualnya untuk mendapatkan profit atau keuntungan.
Saat melakukan penjualan, manufaktur akan langsung menjualnya kepada konsumen atau bahkan kepada pihak ketiga.


Komentar
Posting Komentar